Mahkamah Agung menangkan Ahli Waris, Sengketa BANI Berakhir

Mahkamah Agung menangkan Ahli Waris, Sengketa BANI Berakhir

DUTANETT – Kuasa hukum para ahli waris Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Sovereign, Anita D. A. Kolopaking menjelaskan, sengketa yang terjadi di badan tersebut telah berakhir. Pasalnya, ahli waris memenangkan putusan Kasasi di Mahkamah Agung (MA) terhadap pengurus BANI Mampang, yang dipimpin Husseyn Umar dan Krisnawenda.

Anita membeberkan, persengketaan antara para ahli waris pendiri BANI dari Keluarga Harjono Tjitrosoebono dan Priyatna Abdurrasyid, dengan pengurus BANI Mampang yang dipimpin Husseyn Umar dan Krisnawenda telah berakhir pada kemenangan kubu ahli waris pendiri BANI.

“Putusan Kasasi pada tanggal 29 Oktober 2019 menolak permohonan banding Kubu Husseyn Umar dan kawan-kawan. Putusan Kasasi MA juga memutuskan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang sebelumnya telah menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara nomor 674/Pdt.G/2016/PN Jkt.Sel,” ujar Anita dalam siaran pers, Jumat (29/11).

Dalam putusan Kasasi tersebut, Hakim MA memutuskan mengabulkan gugatan para penggugat, yakni para ahli waris pendiri BANI. Hakim menyatakan para tergugat yakni Husseyn Umar dkk telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap para penggugat.

Putusan Kasasi juga menyatakan kepengurusan para tergugat di BANI tidak sah dan tidak memiliki kedudukan hukum, menyatakan sebanyak enam nama selaku pendiri BANI.

Berkaitan para pendiri telah meninggal dunia, maka peranannya akan diteruskan oleh ahli waris. Ahli waris yang dimaksud ialah Arman Sidharta Tjitrosoebono, Arno Gautama Harjono, Arya Paramite, Nurul Mayafaiza Permita Leila, Sariswati Permata Vitri, Mounti Rigveda Putra dan Dewi Saraswati Permata Suri.

Selanjutnya, Hakim MA juga memutuskan menghukum para tergugat untuk menyerahkan BANI kepada para penggugat selaku ahli waris beserta menyerahkan unit perkantoran milik BANI yang terletak di Menara 165 Unit D Lantai 8 di Jalan TB Simatupang Kav 1, Cilandak Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan beserta isinya.

Dengan adanya putusan Kasasi tersebut, Anita menegaskan, kubu Husseyn Umar dkk wajib menaati dan menghormati putusan nomor 674. Apalagi menurutnya putusan tersebut juga dinyatakan telah inkracht.

“Apabila Husseyn Umar dkk tetap menjalankan fungsi kepengurusan di BANI, maka tindakan tersebut dapat diancam delik pidana,” katanya.

Anita juga berharap kubu Husseyn Umar dkk untuk bersikap kooperatif dalam proses penyerahan asset BANI kepada para ahli waris. Sehingga penyerahan aset ke pihak ahli waris pendiri BANI dapat berlangsung tanpa adanya upaya paksa atau eksekusi.

“Kemenangan ini juga merupakan penghormatan terhadap jasa-jasa para pendiri BANI dan akan menjadi momentum pernyatuan BANI Mampang dengan BANI Sovereign. Sehingga nantinya hanya akan ada satu BANI, sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat,” tukasnya.

Tags: , , ,
banner 468x60